Postingan

Boleh Bucin, Tetapi Jangan Bodoh.

Menetap dengan ketulusan hati tersirat makna yang enggan ingin terucap. Kau pasti mengira aku sangat sebucin itu sampai-sampai kau tak pernah melihat ketulusanku. Apakah sekarang karena kata "bucin" sudah tidak ada lagi kata "tulus" yang dapat mewakili perasaanku padamu. Aku bahkan bertanya dengan semesta mengapa tulang rusuk sangat berdekatan dengan tulang belikat. Semua itu ada maksudnya, kata sang pujangga bilang.  "Ah aku baik-baik saja tanpa tulang rusuk. Toh juga aku masih punya satu di dalam diriku." Mengapa hai anak muda kau berkata seperti itu? Apakah kau sudah tidak percaya lagi dengan adanya cinta di dalam bumi ini? Apa karena kau terlalu mencintai gadis atau lelaki itu dengan sangat kau menjadi lemah dan menyebut dirimu budak cinta? Bagaimana jika kau ingin pulang tetapi kau tidak punya rumah untukmu berpulang? Pernahkah kau membaca bahwa, "Bolehkah puan mengikat tulang belikatmu denganku? Agar puan bisa merendah untuk mer...

Kota Tua x teman.rindu

Gambar
"Janjikan aku sesuatu", katanya padaku. Aku berjanji akan terus menikmatimu, seperti aku juga menikmati mencumbu ice cream gellato darimu "Tolong. Nikmati aku segera." katanya lagi padaku. Kemarilah duhai kekasih, aku akan menikmatimu sampai titik dimana kau merasa gila karena terlalu nikmat.. Aku menunggumu di kota tua ini... Tepat pukul 11 setengah rindu - coba buat aku yang sudah gila kepadamu ini jadi lebih gila melebihi titik kultus "Piara aku dan lakukan apa saja...." lirihnya lagi padaku. Dan aku akan memenuhi janjiku, menuliskanmu beberapa syair kudus dan mempuisikan seluruh tubuhmu, dari tiap kerutan, dan akan kuabadikan semuanya. Baiklah. Tapi tunggu... Apakah pukul 11 setengah rindu tidak membuatku membeku karna lebih dulu tercecap dinginnya angin? Lalu karnanya telah membuat kerutan di tubuhku sehingga membiru, akan kah kau juga masih mau untuk menjamahku? Baiklah. baik. kau kemari saja...karna aku sudah terlalu rindu...! B...

Kehilangan (Part II)

Maret. 13/03/2018                                                                                                                                      15:38 WIB                Membiarkan dia masuk dan membiarkan dia untuk memperbaiki keadaan yang sudah pecah, apa boleh buat? Mari kita berdiskusi sebentar. Kenapa membangun kepercayaan sesusah ini? Dimana kita sulit untuk memberi kepercayaan lagi kepada orang yang mungkin dulu pernah dekat dengan kita. Ketika tangan ini, otak dan seluruh tenaga ku habiskan untuk menulis   tulisan ini aku tidak pernah kehabisan kata-kata untuk menjelaskan betapa aku sangat ...

ifly.

Agustus 02/08/2019 7:59             Betapa baiknya semesta             Aku cuman ingin sapamu, tapi sang semesta memberiku senyumanmu             Entah ini keberuntunganku atau awal dari kemalanganku?             Aku kira saat ini aku sedang dihukum semesta karna terlalu mencintainya?             Mencintai? Atau obsesi?             Kaos hitam yang sedang kau kenakan             Lesung pipitmu yang ingin membuatku selalu ingin menggigitmu             Sentuhan tanganmu yang menenangkan        ...

aku // halu // bodoh

Juli 16/07/2019 18:44             Aku mungkin lupa bagaimana rasanya untuk di milikimu.             Aku mungkin lupa bagaimana rasanya untuk di cintaimu.             Aku mungkin lupa bagaimana rasanya untuk di harapkanmu.             Aku mungkin lupa bagaimana rasanya untuk di sayang i olehmu. Aku mungkin terlewat lupa bagaimana rasanya indahnya bertukar pesan dengan tertampar kenyataan bahwa dirinya bertukar pesan dengan yang lain. Aku terlalu bodoh untuk ini. Aku terlalu bodoh untuk membuka hati disaat hanya ada orang yang berlalu lalang saja dengan hatiku. Aku terlalu bodoh untuk dirimu yang tidak ada ruang untuk ku tinggal.  Aku terlalu bodoh untuk bermimpi menjadi rumah disaat kau membutuhkan tempat untuk pulang. ...

RAGU

Juni 11/06/2019       20:03 WIB             Kali ini aku akan meragukanmu untuk yang pertama kali. Maaf jika aku meragukan setiap mata yang memandangku, setiap kata yang terlontar untukku, setiap senyuman yang telah kau ciptakan bersamaku. Maaf jika aku meragukan itu. Bukan karna aku tidak sepenuh hati untukmu, tetapi dengan kau yang tiba-tiba menggantungkanku dengan cara menghilang. Alasan yang klasik, atau apa akupun juga tidak tau. Janganlah kau tiba-tiba menghilang dengan cara yang misterius agar aku tidak meragukanmu untuk yang kedua kali. Tidakkah kau melihat celah untuk kita merenggangkan hubungan ini, padahal kita sudah saling percaya? Keraguan.             Apakah karena bayangan masa lalu yang enggan meninggalkanmu? Apa karena itu? katakanlah. Tak apa. Mungkin aku bisa mengerti, dan berhenti untuk meragukanmu dan memilih untuk merela...

bagaimana.

Mei. 26/05/2019                                                                                                                                     11:25 WIB             Bagaimana? Kata pertama yang berada didalam otak udangku, dimana kata tanya yang tidak akan bisa menjawab...