Postingan

Kepulanganku.

Gambar
April 25/04/2020 18:34               Hari ini semesta mengeluarkan air matanya lagi. Entah kenapa ia menangis untuk kali ini. Aku rasa banyak kesedihan yang telah ia pendam selama beberapa hari kemarin. Sulitkah bagimu untuk berbagi cerita denganku? Supaya beban yang ada di langit-langitmu tidak berwarna abu-abu, namun berubah menjadi biru secerah angkasa memandangku kemarin. Apakah kau lelah semesta? Apakah kau menyerah pada kehidupan? Apakah sesulit itu? Denganmu aku mengingat kembali kehidupanku. Akankah disaat kepergianku, kau juga akan menangis semesta? Atau kau malah menunjukkan langit cerahmu? Akankah mereka akan tahan dengan tubuhku yang mulai membiru dan jelek ini? Ataukah mereka pergi meninggalkanku karna aku menjijikan? Begitu banyak pertanyaan yang melintang di benakku sekarang ini. Akankah juga mereka menangisi ku karna aku sudah pergi? Atau mereka malah menertawakan kepergianku?   ...

payung dan tanah.

Gambar
Februari 20/02/2020 10:11 Menetaplah dengan segala hujan yang sedang merayakan kata tanya mengapa. Kau kebingunan bukan, dengan apa maksud dari kalimat sebelumnya? Berdiri sama tinggi layaknya cinta dengan kehangatan. Sudah berapa lama puan merindukan? Ketika kesendirian dalam tidurmu memeluk erat dalam kehangatan dengan rindu yang tiba-tiba bisa sampai di bibir mata. Kau seketika datang dengan payung hitam dan sandal berwarna hitam pula. Apakah kau sedang berduka? Tapi tunggu dulu. Raut mukamu mengapa sangat muram? Apakah kau terlalu kesesakkan memendam sepucuk rindu itu? Katakan, marilah mampir untuk berteduh dahulu denganku. Hembusan angin pun melambai, mengiringi sang waktu yang terus berlari. Tak terasa tanah yang kita injakpun semakin terasa semakin dingin, kau pun juga semakin bersua denganku mengelantur kesana kemari menceritakan segala ketimpangan dunia yang semesta berikan. Lucu ketika ketika kita masih menikmati hangatnya riuh percakapan, ternyata aku hanya menikma...

Patah

Gambar
Januari 02/01/2020 19:18                                                               Awal tahun ini memberikan cakrawala tentang arti dari patah hati. Semesta dan bumi sedang berdiskusi bagaimana awal mula dari patah hati, apakah dia terbuat dari luka? Ataukah ia terbuat dari kepercayaan yang terlalu tinggi. Hati yang telah patah akibat dari ekpektasi kepercayaan yang terlalu tinggi untuk di gapai, mencapai titik dimana klimaks sudah naik tetapi resolusi tak kunjung datang. Seperti itulah patah hati. Kata para pujangga, janganlah terlalu percaya terhadap komitmen yang dibuat oleh bualan manusia durjana. Ketika kepercayaan mendominasi pikiran dan ego kita, bersiaplah menyambut luka...

Boleh Bucin, Tetapi Jangan Bodoh.

Menetap dengan ketulusan hati tersirat makna yang enggan ingin terucap. Kau pasti mengira aku sangat sebucin itu sampai-sampai kau tak pernah melihat ketulusanku. Apakah sekarang karena kata "bucin" sudah tidak ada lagi kata "tulus" yang dapat mewakili perasaanku padamu. Aku bahkan bertanya dengan semesta mengapa tulang rusuk sangat berdekatan dengan tulang belikat. Semua itu ada maksudnya, kata sang pujangga bilang.  "Ah aku baik-baik saja tanpa tulang rusuk. Toh juga aku masih punya satu di dalam diriku." Mengapa hai anak muda kau berkata seperti itu? Apakah kau sudah tidak percaya lagi dengan adanya cinta di dalam bumi ini? Apa karena kau terlalu mencintai gadis atau lelaki itu dengan sangat kau menjadi lemah dan menyebut dirimu budak cinta? Bagaimana jika kau ingin pulang tetapi kau tidak punya rumah untukmu berpulang? Pernahkah kau membaca bahwa, "Bolehkah puan mengikat tulang belikatmu denganku? Agar puan bisa merendah untuk mer...

Kota Tua x teman.rindu

Gambar
"Janjikan aku sesuatu", katanya padaku. Aku berjanji akan terus menikmatimu, seperti aku juga menikmati mencumbu ice cream gellato darimu "Tolong. Nikmati aku segera." katanya lagi padaku. Kemarilah duhai kekasih, aku akan menikmatimu sampai titik dimana kau merasa gila karena terlalu nikmat.. Aku menunggumu di kota tua ini... Tepat pukul 11 setengah rindu - coba buat aku yang sudah gila kepadamu ini jadi lebih gila melebihi titik kultus "Piara aku dan lakukan apa saja...." lirihnya lagi padaku. Dan aku akan memenuhi janjiku, menuliskanmu beberapa syair kudus dan mempuisikan seluruh tubuhmu, dari tiap kerutan, dan akan kuabadikan semuanya. Baiklah. Tapi tunggu... Apakah pukul 11 setengah rindu tidak membuatku membeku karna lebih dulu tercecap dinginnya angin? Lalu karnanya telah membuat kerutan di tubuhku sehingga membiru, akan kah kau juga masih mau untuk menjamahku? Baiklah. baik. kau kemari saja...karna aku sudah terlalu rindu...! B...

Kehilangan (Part II)

Maret. 13/03/2018                                                                                                                                      15:38 WIB                Membiarkan dia masuk dan membiarkan dia untuk memperbaiki keadaan yang sudah pecah, apa boleh buat? Mari kita berdiskusi sebentar. Kenapa membangun kepercayaan sesusah ini? Dimana kita sulit untuk memberi kepercayaan lagi kepada orang yang mungkin dulu pernah dekat dengan kita. Ketika tangan ini, otak dan seluruh tenaga ku habiskan untuk menulis   tulisan ini aku tidak pernah kehabisan kata-kata untuk menjelaskan betapa aku sangat ...

ifly.

Agustus 02/08/2019 7:59             Betapa baiknya semesta             Aku cuman ingin sapamu, tapi sang semesta memberiku senyumanmu             Entah ini keberuntunganku atau awal dari kemalanganku?             Aku kira saat ini aku sedang dihukum semesta karna terlalu mencintainya?             Mencintai? Atau obsesi?             Kaos hitam yang sedang kau kenakan             Lesung pipitmu yang ingin membuatku selalu ingin menggigitmu             Sentuhan tanganmu yang menenangkan        ...